Rabu, 25 Maret 2009

tangisan hati

nada-nada keharuman terdengar menyayat hati

ketika sebuah rasa dan perasaan perlahan pergi dan terkubur dalam ruang-ruang hati yg hampir retak..

kesunyian dan kepiluan terpancar dari paras lembutnya..

membisu dan membatu..

ribuan tanya seolah sulit terjawab

menjadikan smua sbuah misteri tentang arti sebuah cinta..

tatapanNya kini kosong.. tawanya perlahan memudar..

hingga hidup tak lagi dapat melihatNya menari dan menyanyi..

langit tak dapat lagi menyambut dengan nuansa birunya..

hujan pum yak kehnti turun medukungNya bersdih..

lalu apakah dunia pun harus turut menangis

jika butiran air mata masih membasahi pipi dan haruskah mentari berhenti bersinar

bila para insan sedang di landa perpisahan

kalau demikian siapa yg pemsti disaahkan jika waktu merentangkan kita pada sebuah perpisahan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar